Pada lokakarya Nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan
sebagai
berikut , keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat
keperawatan, berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang
komprehensif yang ditunjukkan pada individu, kelompok dan masyarakat
baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia .
–
Florence Nightingale ( 1895 ) mendefinisikan keperawatan sebagai
berikut , keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling
baik bagi alam dan isinya untuk bertindak.
–
Calilista Roy ( 1976 ) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi
ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki
sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan
adalah upaya pemberian pelayana / asuhan yang bersifat humanistic dan
professional, holistic berdasarkan ilmu dan kiat, standart pelayanan
dengan berpegang teguh pada kode etik yang melandasi perawat
professional secara mandiri atau memalui upaya kolaborasi.
B. Sejarah Perkembangan Keperawatan
Perkembangan keperawatan tidak terlepas dari perkembangan pendidikan keperawatyan
dan
perkembangan layanan keperawatan . menelusuri dan menguraikan sejarah
perkembangan keperawatan di Indonesia maupun di luar negeri tidaklah
mudah. Penjelasan ini akan terbagi kedal;am lima zaman yaitu :
1. Zaman Purba
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, keperawatan sudah ada sejakadanya manusia
dimuka
bumi ini . pendapat ini didukung oleh kenyataan bahwa keperawatan
awalnya adalah kegiatan yang dilakukan atas dasar “mother instinct” .
jadi bias dikatakan naluri keperawatan ada pada setiap pribadi manusia.
Penduduk mesir ( 5000 M ) menyembah Dewa Iris untuk meminta kesembuhan
dan mendirikan kuil sebagai rumah sakit. Raja Asoka di india mendirikan
sekolah untuk mendidik para calon perawat , sedangkan penduduk Yunani
mengenal Dewa pengobatan yang disebut Aesculapius dan membangun kuil
menyerupai sanatorium. Di Romawi, pemerintahnya mendirikan rumah sakit
dan memanfaatkan tenaga budak laki-laki dan perempuan .
2. Zaman Permulaan Masehi
Zaman ini dipengaruhi oleh perkembangan dan penyebaran dua agama besar, yakni
Kristen
dan Islam. Kristen menggunakan biarawati sebagai perawat sedangkan
Islam mengenalkan ilmu pengetahuan yang dilandasi kasih sayang dan
banyak orang akhiurnya beralih ke Islam untuk mempelajari ilmu
pengetahuan termasuk pengobatan dan keperawatan.
3. Zaman Pertengahan
Pada zaman ini, terjadi perang besar antar agama yang dikenal dengan perang salib.
Perang ini membawa banyak derita bagi rakyat : korban luka dan terbunuh , kelaparan, berbagai penyakit, dll.ilmu
pengobatan dan perawatanpun terus mengalami kemajuanakan . akan tetapi
kiblat pembelajaran untuk ilmu pengobatan dan perawatan yang semula ada
di Negara Islam kini beralih kenegara barat.
4. Zama Baru ( Renaisans)
Pengaruh Renansans juga merambah ke ilmu kesehatan atau ilmu keperawatan . Pada
Zaman
ini keperawaan diganti oleh orang awam yang tidak mengerti tentang
keperawatan. Pada zaman ini muncul seorang tokoh keperawatan yang
bernama Florence Nightngale. I mgembangkan suatu model praktik asuhan
keperawatan yang menyatakan bahwa kondisi kondisi sakit seseorang
disebabkan oleh factor lingkungan. Pada zaman ini berdiri Palang Merah
Indonesia yangdipelopori oleh John Hendry Dunand. Lembaga ini dibentuk
untuk menampung para korban perang. Pekerjaan di titik beratkan untuk
memajukan kesehatan, mencegah kepenyakit, dan meringankan penderitaan
pasien.
5. Zaman Modern
Kiprah Florence Nightingaledalam keperawatan rupanya berpengaruh besar pada
perkembangan
keperawatan di era berikutnya. Di Inggris, terjadi kemajuan dalam
bidang keperawatan di antaranya adalah pembangunan sekolah – sekolah
perawat dan pendirian perhimpunan perawat inggris ( British Nurse
Association ) oleh Erenwick pada tahun 1887. Perhimpunan ini bertujuan
untuk mempersatukan perawat – perawat yang ada di seluruh inggris.
Kemudian pada 1 Juli 1999 , Erenwick juga mendirikan sebuah lembaga
yangh disebut international Council of Nurses( ICN ) .
Kondisi ini mendorong munculnya tokoh – tokoh penting dalm dunia keperawatan.
- Hildegard E. Peplau (1952). Ia menekankan bahwa hubungan antar manusia merupakan dasar bagi perawat untuk mengkaji proses hubungan dengan pasien.
- Ida John Orlado (1961). Ia menekankan bahwa keperawatan bertujuan untuk merespons perilaku klien dalam memenuhi kebutuhanny dengan segera.
- Virginia Handerson (1966). Ia menekankan perawat hanya membantu pasien dalam melakukan hal yang tidak dapat ia lakukan sendiri agar kemandirian pasien meningkat.
- Sister Calista Roy (1970). Ia menekankan bahwa peran perawat adalah untuk member kemudahan bagi pasien guna mengembangkan kemampuan penyesuaian diri pasien.
- Martha E. Roger (1970). Ia menekankan bahwa manusia mempunyai sifat alamiah yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan.
Perkembangan
dunia keperawatan di dunia bukan hanya berfokus pada aspek pelayanan,
tetapi juga pada jenjang pendidikan keperawatan. Di tingkat dunia,
pendidikan keperwatan sudah mencapai tingkat dektoral. Tetpai kondisi
ini masih berbeda di negara kita.
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
Sejarah
perkembangan keperawatan di Indonesia pada umumnya di pengaruhi oleh
latar belakang sejarah Indonesia. Ini berkaitan dengan hegemoni yang
diterapkan bangsa Eropa dan Jepang terhadap Indonesia.
Secara umum, sejarah perkembangan keperawatan dibagi menjadi enam, sesuai dengan perjalanan bangsa Indonesia.
- ZAMAN VOC
Utuk kepentingan usaha perdagangan tentara Belanda didirikan Binnen Hospital di
Batavia
(sekarang Jakarta) pada tahun 1799. Rumah sakit ini memanfaatkan tenaga
perawat yang berasal dari Bumi Poetra ( kaum terjajah) yang disebut
dengan pembantu orang sakit (POS). Setelah VOC bubar , didirikan
sejumlah usaha dalam bidang kesehatan, antara lain Dinas Kesehatan
(Miliataire Gezondsheids Dient) dan Dinas Kesehatan Rakyat( burgerlijke
Gezhondheis Dient).
- ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA I (1602-1799)
Pada masa ini tidak ada usaha kesehatan yang menonjol pada masa ini. Secara
umum, pemerintah hanya melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pendahulunya VOC.
- ZAMAN PENJAJAHAN INGGRIS (1811-1816)
Pada zaman ini mulai berkembang usaha kesehatan yang dipelopori oleh Raffles.
Usaha ini meliputi kegiatan vaksinasi cacar secara masal, perbaikan perawatan kesehatan jiwa , dan perawatan bagi para tahanan.
- ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA II (1816-1942)
Setelah pemerintah diserahkan kembali kepada Belanda, usaha kesehatan di
Indonesia
semakin maju. Pada masa ini, pemerintah berhasil meluncurkan undang –
undang kesehatan disusun oleh Prof. Dr. reinwardt. Selain itu pada tahun
1819, Residen V Pabst mendirikan sebuah Rumah Sakit Stadsverband dan
berkedudukan di Glodok. Kemudian rumah sakit ini berganti nama dan
berkedudukan di Salemba.
- ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG (1942- 1945)
Pada zaman penjajahan Jepang , keperawatan di Indonesia boleh dikatakan
mengalami
kemunduran. Tamouk kepemimpinan rumah sakit diambil alih Jepang dan
sebagian lagi dipegang oleh bangsa Indonesia. Pada maa ini wabah
penyakit menyebar di mana – mana akibat minimnya suplai obat –
obatan. Dapat dikatakan pada masa penjajahan Jepang merupakan zaman yang
sungguh tidak manusiawi.
- ZAMAN KEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG (1945- sekarng)
Pada awal kemerdekaan ditemui banyak sekali kekurangan pada kondisi perumah
sakitan
dan perawatan di Indonesia, diantaranya adalah suplai obat – obatan yag
minim. Kondisi ini lambat laut mulai mengalami perubanhan, terutama
dengan didirikannya berbagai institusi pendidikan keperawatan sampai
jenjang perguruan tinggi.
Perkembangan pendidikan keperawatan di luar negeri di peroleh oleh
Folerence Nightingale sekitar abad ke -18 dan 19. Hasil didikan sekolah
Nigtingale mempengaruhi perkembangan keperwatan di dunia. Pendidikan
keperawatan juga berkembang hingga ke perguruan tinggi. Ini ditandai
dengan berdirinya program pasca sarjana keperwatan British Columbia di
Vancouver – Canada pada tahun 1919. Lalu pada tahun 1924-1934, muncul
konsep program pendidikan spesialis keperawatan yang baru terealisasi
pada tahun 1946 dengan didirikannya program spesialis keperawatan
jenjang S1, hingga program master dan doctor. Perkembangan pendidikan
keperwatan diluar negeri ternyata berbeda jauh degan pendidikan
keperawatan di Indonesia yang penuh liku- liku. Pada masa VOC profesi
perawatsudah ada. Pada tahun 1913 , program pendidikan keperwatan ydng
pertama didirikan di rumah sakit Semarang ( Depkes RI, 1989). Rumah
Sakit ini membuka seperti kursus mendatangkan pengajar dari Belanda.
Pelaksanaan layanan keperawatannya disesuaikan dengan ajaran Islam,
yakni perawat perempuan merawat pasien perempuan dan perawat laki – laki
merawat pasien laki – laki.
Pendidikan keperawatan kemudian berkembang setaraf dengan sekolah
menengah pertama (SMP) pada masa sekarang . Program ini dilaksanakan
pada tahun1930, syaratnya peserta didikan harus lulus Sekolah Rakyat (
sekarang SD) terlebih dahulu. Seiring dengan sekolah pengatur rakyat
kemudian berubah menjadi Sekolah Perawat kesehatan (SPK) yang merupakan
jenjang pendidikan terendah bagi seorang perawat. Dengan perkembangan
ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan yang semakin maju, di dukung dengan
kesadaran masyarakat yang kian meningkat untuk memperoleh layanan
keperawatan yang professional maka keperawatan harus terus meningkatkan
jenjang pendidikannya hingga tingkat yang lebih tinggi. Pada tahun 1962
didirikan tingkat pendidikan akademi keperawatan akper (akper di
Jakarta) . sejak saat ini mulai muncul akper – akper baru di berbagai
daerah di Indonesia . Puncak perkembanganya diperkirakan mulai pada
tahun 1994, yang ditandai oleh semakin menjamunya akper – akper swasta
di seluruh nusantara.
Sejumlah tantangan dan kecendrungan yang berdampak pada profesi akibat adanya perubahan global:
- Pergeseran pola masyarakat di Indonesia dari agraris ke indrustialis, dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang cepat saat ini membuat masyarakat Indonesia lebih kritis.
- Analis Internasional Council of Nurses (1997 dalam Yani, 1997) yang menyatakan bahwa pada tahun 2020 di seluruh dunia akan terjadi perubahan global , diantaranya adlah peningkatan pertumbuhan populasi lansia ; penurunan angka kelahiran, terutama di negara barat; peningkatan insidensi penyakit kronis; perkembangan kebebasan social; penyakit AIDS yang masih terus menjadi masalah; dan kesehatan jiwa yang terus menjadi masalah utama.
Untuk
menghadapi tantangan yang berta tersebut , dibutuhkan tenaga perawat
dengan kemampuan professional. Upaya yang di nilai strategis untuk
mencetak tenaga perawat yang professional adalah memlalui pengembangan
pendidikan keperawatan. Oleh sebab itu, pendidikan keperawatan tidak
boleh terbatas pada DIII keperawatan saja, tetapi harus terus
dilanjutkan hingga kejenjang strata.
Berdasarkkan
pemikiran tersebut di bukalah program pendidikan sarjana keperawatan
pertama di universitas Indonesia. Awalnya, S1 keperawatan masih berupa
program studi yang menginduk dibawah falkutas kedokteran. 0 program
studi ilmu keperwatan kedua di buka di Universitas Padjajaran Bandung.
Langkah ii kemudian diikuti di berbagai universitas – universitas di
Indonesia. Ini merpukan titik awal perkembangan profesionalisme profesi
keperawatan Indonesia. Selain itu pihak swasta juga ikut berpartisipasi
dalm mengembangkan profesi ilmu keperawatan seperti Sekolah Tinggi imu
kesehatan ( STIKes) telah menjamu di berbagai daerah. Perkembangan
pendidikan keperawtan di Indonesia ibaratnya bendungan yang telah di
buka pintunya, dimana – mana berdiri institusi keperawatan. Secara
kualitas dan sumber daya perawat memeng terbilang besar.
Sebenarnya kondisi seperti ini sudah dapat diprediksi sebelumnya
mengingat lulusan keperawatan yang jauh melebihi lulusan tenaga
kesehatan akan menyebabkan terjadinya pengangguran.
Contoh;
Di satu kabupaten terdapat tiga intitusi pendidikan keperawatan dengan
jumlah lulusan masing – masing 60 orang, otomatis setiap kabupaten sudah
mencetak 180 tenga kesehatan padahal daya serapnya belum tentu mencapai
angka tersebut. Apabila keadaan it uterus berlanjut bisa di bayangkan
berapa tenaga perawat yang kesulitan untuk mencari pekerjaan. Apalagi
program profesi keperwatan Indonesia jauh menurun di bandingan
pendidikan keperawatan di luar negeri. Sejarah mencatat bahwa
oreganisasi profesi PPNI berupaya meningkatkan kualitas pendidikan
keperawatan dan menganggap pendidikan keperawatan tingkat SMA yakni SPK
menjadi akademi keperwatan terendah.
Sumber : https://chandrarandy.wordpress.com/2013/11/26/pengertian-keperawatan-dan-sejarah-perkembangan-keperawatan/
Sumber : https://chandrarandy.wordpress.com/2013/11/26/pengertian-keperawatan-dan-sejarah-perkembangan-keperawatan/